Legalisasi Cimeng.......
perkenalkan saya rifqi mau mencoba menulis blog.....
namanya juga belajar nulis blog pasti masih suka salah, hehe...
saya mencoba mengangkat topik legalisasi ganja (cimeng)...
baru-baru ini saya melihat berita kecelakaan di jakarta....
tepatnya di tugu tani....
si pengendaranya dibawah pengaruh obat-obatan terlarang....
bernama Afriani, pada saat kejadian dia tidak meresa bersalah....
namanya juga dibawah pengaruh obat-obatan terlarang....
secara masih ngeflay (bahasa kerennya),hehehe....
dia sadar setelah beberapa hari dan pengaruh obatnya habis....
korban dari kecelakaan tersebut 13 orang dan 9 diantaranya meninggal dunia (inalillahi wa inna ilaihi rojiun).....
saya turut berduka atas kejadian itu....
gila ga habis pikir pulang jam 10 pagi....
ga punya SIM A, tapi nekat mengendarai....
padahal menurut peraturan undang-undang lalu lintas kan sudah menyalahi aturan....
udah gitu perkiraan hukumannya hanya 6th dengan korban meninggal berjumlah 9 orang....
saya kaitkan kejadian kemarin dengan legalitas ganja yang di serukan oleh salah artis yg lumayan vokal (menurut gue)....
dia bilang kalo nyimeng itu ga ngerugiin banyak org....
terus dia bilang lagi kalo nyimeng ga mungkin memperkosa orang...
yaialah tu badan lemes ga punya tenaga gimana mau perkosa orang...
awalnya berfikir iya juga sih....
sampe saat waktunya tiba, mungkin Allah memberi jawaban....
Allah mendesain kejadian kecelakaan....
mungkin ini kehendak Allah juga kali yah....
Nah pernyataan yang diatas yang bilang kalo nyimeng ga merugikan orang & ga mungkin melakukan kejahatan....
bisa dibantah dengan mencari dampaknya....
bagaimana jika yang nyimeng sedang mengendarai kendaraan seperti sepeda motor atau kendaraan roda 4????
bisa-bisa kejadian di tugu tani bisa terulang.....
mohon diperhatikan dampaknya.....
jangan hanya melihat dari yang nyimeng ga bisa apa2...
didalam Al Qur'an juga kan lebih banyak mudharatnya....
karena menyiksa diri.....
semoga menjadi pencerahan bagi yang mendukung.....
sekian......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar